Di Antara Langkah dan Mimpi

Aku berjalan,
bukan karena tahu ke mana ujungnya,
tetapi karena diam
tak pernah mengajarkan arti perjalanan.
Di antara rapat yang panjang,
tugas yang datang bersamaan,
dan hari-hari yang kadang melelahkan,
aku belajar—
bahwa menjadi dewasa
bukan tentang selalu kuat,
melainkan tentang tetap melangkah
meski ragu masih tinggal di dalam dada.
Ada mimpi yang kutanam
di tanah yang belum tentu subur,
ada harapan yang kupeluk
meski berkali-kali hampir gugur.
Namun aku percaya,
setiap langkah kecil
yang dilakukan dengan sungguh-sungguh
akan menemukan jalannya sendiri.
Jika suatu hari
aku berdiri di tempat yang lebih tinggi,
aku ingin menoleh ke belakang
dan tersenyum kepada diriku yang dulu—
yang pernah takut,
pernah salah,
pernah ingin menyerah,
tetapi memilih untuk mencoba sekali lagi.
Sebab hidup bukan tentang
siapa yang paling cepat sampai,
melainkan siapa yang tetap berjalan
ketika jalan terasa panjang.
Dan jika hari ini
aku belum menjadi siapa-siapa,
biarlah.
Aku sedang bertumbuh.
Pelan-pelan,
dari setiap kegagalan,
dari setiap pertemuan,
dari setiap tanggung jawab,
dari setiap doa yang belum terjawab.
Sampai nanti,
ketika waktunya tiba,
aku tak hanya ingin berkata,
“Aku pernah bermimpi.”
Aku ingin berkata,
“Aku pernah berjuang
untuk mewujudkannya.”
Firdausi Nuzula
Penulis & Kontributor Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi • Media Karya Mahasiswa & UKM Pilar Bangsa.
Lihat Semua Tulisan Penulis